Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pembangunan Bandara Kab. HST


Saya kembali mengingatkan tentang urgensi revisi UU Ibukota Negara yang baru agar senafas dengan Kebijakan Presiden untuk memindahkan Ibukota Negara ke Kaltim.

Komisi V dan Kementrian PUPR akan konsen pada pembangunan infrastruktur di Ibukota yang baru tersebut. Karenanya landasan yuridisnya harus segera dipastikan, agar tidak bermasalah di kemudian hari.



Saya kembali menegaskan pentingnya Revisi UU No.10/1964 tentang Ibukota Negara, agar seluruh kesiapan Kemenhub untuk membangun aspek transportasi di Ibukota yang baru, tidak sia-sia dan bermasalah.

Saya juga sangat berterimakasih, karena Kemenhub dan PT.Angkasa Pura I telah merenovasi Bandara Internasional Syamsuddin Noor. Bandara ini akan menjadi pintu gerbang baru Indonesia dari berbagai negara, karena Kalsel akan kita jadikan episentrum perdagangan dan jasa sebagai Provinsi Penyangga Ibukota negara yang baru.

Dalam konteks pembangunan insfrastruktur di Kalsel saya paparkan beberapa program insfratruktur prioritas kalsel, diantaranya;




  • Jembatan penghubung Kalimantan ke Pulau Laut. Skema pembiayaan jembatan ini akan melibatkan dana dari swasta, APBD Provinsi dan Kab/Kota dan sisanya akan didanai oleh APBN.

  • Jalan bebas hambatan Banjarbaru-Batulicin

  • Jalan akses ke bandara Internasional Syamsudinnoor. Jalan ini akan dibuka dengan lebaran dan tampilan yang senafas dengan megahnya bangunan Bandara kita.

  • Jalan lintas barat menuju Hulu Sungai (marabahan-margasari-tanjung). Di wilayah margasari, saat ini telah dibangun jembatan dengan biaya penuh dari swasta (PT. Antang Gunung Meratus) dengan supervisi dari Kementrian PUPR. Cerita baik terkait skema kerjasama negara dan swasta ini diapresiasi oleh Menteri PUPR dan para Anggota Komisi V DPR RI.

  • Bendungan riam kiwa dan Bendungan kusan. Dua bendungan yang salah satu fungsi utamanya adalah untuk pengairan pertanian. Sebagai daerah penyangga Ibukota kelak, Kalsel juga harus memposisikan diri sebagai penyangga pangan Ibukota. Pertumbuhan penduduk di Ibukota akan berkali lipat, karenanya kesiapan pangannya harus disiapkan dari sekarang.
Pengembangan insfratruktur berbasis kawasan;
  • Kawasan Tanah Bumbu dan Kotabaru akan kita jadikan sentra Kawasan Industri strategis nasional. Saya berjuang keras untuk menghadirkan Pelabuhan Internasional Mekar Putih di Kotabaru. Pelabuhan terbesar di alur Palayaran Indonesia (AKLI) II, dan akan menjadi hub jalur Eropa, asia ke Australia.

  • Di kawasan Hulu Sungai, saya mendorong hadirnya Bandara di Hulu Sungai Tengah, karena posisinya ditengah kawasan ini. Kawasan ini juga akan menjadi kawasan perumahan dan pertanian penyangga Ibukota.

  • Kita juga sedang berdiskusi serius dengan Dirjen Perkeretaapian untuk menghadirkan Kereta Api di Banua yang menghubungkan dengan Ibukota negara dan bisa pula menjadi sarana pengangkutan SDA kita ke arah Batulicin-Kotabaru dan Paser.



Seluruh usulan Kalsel di bidang Perhubungan dengan lampiran permohonan Gub Kalsel, Saya serahkan langsung di rapat tersebut.








admin .

Posting Komentar untuk "Pembangunan Bandara Kab. HST"